guLRBJQPyCuSYRPqZdMMydRcpFvlejuB8nl2ZXCO

12 hal yang membuat perut buncit

Perut buncit sangat tidak sehat. Ini adalah faktor risiko penyakit seperti sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker. Istilah medis untuk lemak tidak sehat di perut adalah "lemak visceral", yang mengacu pada lemak yang mengelilingi hati dan organ lain di perut Anda.

Perut buncit

Bahkan orang dengan berat badan normal dengan lemak perut berlebih memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan.

Berikut adalah 12 hal yang dapat meningkatkan lemak perut Anda :

  1. Makanan dan minuman manis
  2. Makanan olahan
  3. Ketidakaktifan fisik
  4. Kurang tidur
  5. Stres atau kortisol
  6. Merokok
  7. Alkohol
  8. Makan berlebihan
  9. Kembung
  10. Genetika
  11. Diet rendah protein
  12. Menopause

Ada beberapa faktor lain seperti diet rendah serat, bakteri usus yang salah, atau penuaan yang dapat memudahkan Anda untuk menambah lemak perut.

Lemak yang mengelilingi hati dan organ lain di perut dikenal sebagai lemak visceral. Menambah lemak perut adalah perhatian terbesar di antara semua populasi. Garis pinggang yang lebih besar tidak hanya terlihat tidak menarik tetapi juga menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Itu juga dapat mempengaruhi pembuluh darah dan kualitas tidur. 

Inilah 12 hal ini membuat perut buncit seperti hamil

1. Makanan dan minuman manis

Permen, kue, yogurt beku, soda, minuman kopi beraroma, dan teh manis umumnya dianggap memiliki tambahan gula yang tinggi. Gula tambahan ini mengandung kandungan fruktosa tinggi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan fruktosa yang tinggi dapat mengurangi laju metabolisme dan pembakaran lemak. Karenanya, mengonsumsi lebih banyak gula tambahan kemungkinan akan membuat perut buncit.

2. Makanan olahan

Serat, vitamin, dan nutrisi diambil dari makanan ini. Makanan olahan seperti nasi putih, roti putih, dan produk makanan yang terbuat dari tepung olahan mudah dicerna dan menyebabkan peningkatan cepat dalam kadar gula darah dan insulin setelah makan. Makanan ini juga memiliki kandungan garam dan pengawet yang tinggi. 

3. Ketidakaktifan fisik

Gaya hidup menetap tetap menjadi penyebab utama peningkatan obesitas perut. Wanita yang duduk terus menerus selama lebih dari tiga jam berisiko lebih tinggi mengalami perut buncit.

4. Kurang tidur

Tidur kurang dari lima jam dapat menyebabkan penambahan berat badan sekitar 32 lbs. Demikian pula, tidur lebih dari delapan jam juga melakukan hal yang sama. Orang dengan gangguan tidur kemungkinan besar mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, tidur selama enam hingga delapan jam tampaknya cukup dan penting untuk menghindari perut buncit.

5. Stres atau kortisol

Banyak stres melepaskan "hormon stres" kortisol, yang dapat meningkatkan obesitas perut. Stres juga menyebabkan kualitas tidur menurun, makan berlebihan, dan banyak minum alkohol, yang pada gilirannya juga berkontribusi pada perut buncit.

6. Merokok

Perokok umumnya memiliki lingkar pinggang yang lebih besar karena merokok melokalisasi lemak di perut. Merokok juga dapat menyebabkan diabetes, kanker, danpenyakit jantung.

7. Alkohol

Alkohol adalah kalori kosong yang mungkin menumpuk di sekitar perut. Meskipun alkohol dalam jumlah sedang dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, jumlah alkohol yang lebih tinggi dapat menyebabkan peradangan, penyakit hati, dan masalah kesehatan lainnya.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol menghambat pembakaran lemak, dan akibatnya, lemak berlebih akan tersimpan di perut.

8. Makan berlebihan

Sebagian besar waktu, kita cenderung makan berlebihan karena stres. Makan berlebihan bisa mengakibatkan konsumsi kalori berlebih dan akhirnya menambah berat badan. Karena itu, makan dengan hati-hati adalah kunci untuk mencegah perut buncit.

9. Kembung

Kembung mungkin tidak permanen. Ini adalah kumpulan gas di usus dan perut dan menghasilkan perasaan kenyang dan sesak. Memijat bisa meredakan kembung dan mencegah pembentukan gas. Praktik seperti makan perlahan, mengonsumsi sedikit makanan, dan mengonsumsi adas setelah makan dapat mengurangi kembung.

10. Genetika

Genetika juga bisa menjadi masalah sambil mempertimbangkan perut buncit. Kecenderungan untuk menyimpan lemak dapat disalahkan pada faktor genetik. Gen spesifik yang mengatur asupan kalori dan berat badan ditemukan sebagai penyebab bertambahnya lemak perut. Genetika membuat Anda memiliki lebih sedikit pilihan untuk diperbaiki.

11. Diet rendah protein

Protein membantu membangun massa otot. Ini membantu dalam peningkatan laju metabolisme dan penurunan asupan kalori. Diet tinggi protein mencegah penambahan berat badan dan obesitas perut.

12. Menopause

Menopause menyebabkan penurunan tingkat estrogen yang menyebabkan penumpukan lemak di perut daripada di paha dan pinggul.

Itulah 12 hal yang membuat perut buncit seperti orang hamil yang bisa anda pertimbangkan agar tidak memiliki perut yang buncit. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share keteman-teman kalian.

Referensi:

  1. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-belly-fat
  2. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/8-ways-to-lose-belly-fat-and-live-a-healthier-life
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26429086/
  4. https://www.healthline.com/nutrition/12-causes-of-belly-fat-gain

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar